Jarak Kehamilan Ideal untuk Ibu

Jarak Kehamilan Ideal untuk Ibu

Viralnews.my.id Dalam punyai anak, mengatur jarak kehamilan yang ideal antara satu anak dengan yang lain merupakan hal penting. Kondisi ini terlalu terkait dengan kesehatan baik pada anak maupun pada ibu.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Eni Gustina menyarankan jarak kehamilan idealnya sedikitnya tiga th. berasal dari kelahiran anak sebelumnya, fungsi menahan stunting atau gagal tumbuh pada anak.

"Sesuai dengan hasil penelitian yang ada, kami anjurkan sedikitnya tiga th. jaraknya. Jadi setelah tiga tahun, silahkan untuk berencana hamil lagi," kata Eni beberapa saat dilansir berasal dari Antara.

Menurut Eni, jarak kehamilan sedikitnya tiga th. selanjutnya memiliki tujuan memberi tambahan saat sehingga rahim ibu mampu lagi normal usai melahirkan anak sebelumnya.

"Bayangkan, saat hamil itu, rahim berasal dari sebesar telur ayam mampu sampai lima kilogram, diisi bayi dengan berat tiga kilogram, itu kan sebuah pertumbuhan luar biasa yang berlangsung didalam jangka saat 270 hari. Dari melar ke balik normal lagi kan susah. Jadi kudu recovery dulu. Kembalikan dulu rahimnya sampai betul-betul prima kecilnya," jelas Eni.

Dia menambahkan, saat rahim ibu udah sembuh dan terlalu siap untuk hamil lagi, maka hal selanjutnya bakal meminimalisir risiko stunting pada anak yang dikandungnya. Selain itu, terhitung mampu tingkatkan kecerdasan si kakak dikarenakan dia beroleh pengasuhan dan perhatian yang penuh berasal dari ibu di umur emasnya.

"Jadi sebetulnya spacing jadi terlalu penting untuk menahan stunting dan terlalu penting untuk berkontribusi pada kecerdasan anak," imbuh Eni.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH menambahkan, jarak kehamilan yang pendek bakal mengganggu gizi ibu hamil. Hal tersebut, menurut dia, disebabkan suasana ibu yang belum terlalu sembuh usai melahirkan.

"Ibunya belum recovery penuh, kami menyaksikan didalam didalam dua th. itu dia tetap menyusui, tetap kudu melindungi anaknya, tidurnya tetap kurang, dikarenakan jikalau punyai bayi itu sulit untuk tidur cukup. Ini bakal berdampak pada gizinya yang kurang baik, ini terhitung sudah pasti bakal memengaruhi jikalau dia terpaksa kudu hamil lagi," ujar Dwiana.

Untuk itu, Erni menyebutkan bahwa setelah melahirkan, para ibu dianjurkan laksanakan KB jangka panjang, sedikitnya tiga th. fungsi menahan jarak kehamilan yang terlalu dekat.

Adapun KB pasca persalinan yang mampu jadi pilihan, kata Erni, di antaranya adalah kondom, pil, KB suntik, implan, sampai alat kontrasepsi didalam rahim (AKDR).

"Kami tetap ingatkan kepada pasangan umur subur untuk mampu memanfaatkan kontrasepsi sepuluh menit pasca plasenta lahir, yaitu dengan memanfaatkan IUD atau pemasangan implan satu batang. Itu yang kami rekomendasikan," kata Erni.

Saat ini, Erni menyebutkan BKKBN sendiri udah mengeluarkan surat edaran untuk memperkuat edukasi KB pasca persalinan. Capaian KB persalinan pun ditargetkan mampu meningkat sampai 70 persen.

"Karena ini bakal berpengaruh pada penurunan stunting dan sudah pasti berdampak pada penurunan kematian ibu dan bayi. KB pasca persalinan terhitung ibunya mampu laksanakan recovery usai persalinan serta memberi tambahan perhatian penuh kepada anaknya," terang Erni.

LihatTutupKomentar