Puting Payudara Wanita Bisa Mengeras di Waktu Tertentu

Puting Payudara Wanita Bisa Mengeras di Waktu Tertentu

Viralnews.my.id Kondisi yang dialami di sekitar tubuh seseorang dapat membuat sejumlah perubahan. Hal ini terhitung dapat dialami pada puting payudara wanita.

Gesekan yang dialami oleh puting atau pada waktu suhu hawa dingin dapat membuat terjadinya hal ini. Mengapa situasi ini dapat terjadi?

Terdapat sejumlah hal berbeda pada tiap-tiap orang yang dapat membuat puting payudara jadi mengeras.

"Di bawah puting dan areola (area yang berada di sekitar puting), terkandung otot kecil yang berkontraksi dan menarik kulit supaya menekan puting keluar," terang Michelle Lee, M.D., dokter bedah plastik di Beverly Hills, California dilansir Health.

"Bagian saraf simpatetik di didalam jaringan saraf tubuh ini yang membuat kulit merinding dan telapak tangan berkeringat, mengirimkan sinyal pada saraf pada bagian otot kecil ini yang menyebabkannya berkontraksi," terang dr. Lee.

Stimulasi yang dialami oleh bagian payudara ini barangkali bersifat seksual. Terutama dikarenakan bagian puting terlalu sensitif pada sentuhan fisik maupun psikologis.

"Hal ini membuat otot di puting menegang, sama seperti dampak yang terlihat pada bagian genital," terang Heather Irobunda, M.D., dokter takaran di Queens, NY.

Sebuah penelitian mendapatkan bahwa stimulasi puting pada wanita mengaktifkan korteks sensori genital. Bagian ini merupakan bagian yang sama dan dapat aktif dikarenakan stimulasi klitoris, vagina, dan serviks.

Bisa Diakibatkan Udara Dingin

Rangsangan yang dialami oleh puting ini terhitung bukan cuma dikarenakan hasrat seksual. Hal ini terhitung dapat berlangsung akibat hawa yang dingin.

"Ketika temperatur menurun, otot kecil di bawah kulit mengalami kontraksi untuk menyimpan hawa hangat di sekitar kulit dan kehilangan lebih sedikit panas berasal dari radiasi yang terlihat berasal dari kulit," terang dr. Lee.

"Inilah mengapa areola terhitung mengalami kontraksi ketika puting terpapar hawa dingin. Kulit yang mengalami kontraksi ini lantas menekan puting keluar," sambungnya.

Disebabkan Oleh Hormon


Pada beberapa kasus, hal ini kadang tidak disebabkan oleh rangsangan. Hormon terhitung dapat jadi penyebab puting mengeras.

"Selama masa menstruasi atau bahkan waktu ovulasi, pergantian pada tingkat hormon khususnya estrogen dapat membuat puting jadi lebih sensitif atau rentan mengeras," menyadari dr. Irobunda.

Perubahan puting akibat hormon ini terhitung dialami pada masa kehamilan serta waktu menyusui.

"Selama kehamilan, hormon progesteron membuat pembentukan lobulus dan kelenjar susu," terang dr. Lee.

Pada langkah akhir kehamilan, sejumlah hormon lain terhitung membuat areola membesar. Hal ini lantas membuat puting menegang untuk menyiapkan menyusui.

"Selama menyusui, stimulasi mekanis pada puting berasal dari bayi membuat tubuh melepaskan oksitosin. Hormon ini bertindak pada kelenjar susu jadi berkontraksi dan mengeluarkan susupada bayi," menyadari dr. Lee.

LihatTutupKomentar